Sosok
Irma Siep, Perempuan Papua Berdarah Wamena-Kamoro Kini Jadi Inspirator
"Saya merupakan salah satu penerima beasiswa program LPMAK waktu itu, " kata Irma ditemui di Kantor YPMAK Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Mimika.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/kaka-irma.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Irma Siep merupakan perempuan Papua berdarah campuran Wamena, Papua Pegunungan dan Suku Kamoro Kabupaten Mimika.
Irma Siep lahir di Timika, 3 Januari 1987 silam.
Irma Siep menjelma menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Papua, khususnya kaum perempuan, di bidang olahraga sepak bola.
Baca juga: Hindari Konflik, Agustinus Anggaibak Sarankan Pemekaran 99 Kampung di Mimika Harus Dikaji Matang
Ia adalah motor penggerak di balik berdirinya Sally FC Klub Mimika.
Sally FC Klub sebuah wadah bagi talenta-talenta sepak bola putri di Kabupaten Mimika.
Putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan almarhum Yakobus O. Siep dan Elisabeth Kaumapokeyau ini tumbuh dalam kesederhanaan.
Tanggung jawab sebagai kakak sulung menempa Irma menjadi pribadi gigih.
Dengan tekad kuat, disiplin, dan ketekunan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan di SMK 2 Timika.
Ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tahun 2007.
"Saya merupakan salah satu penerima beasiswa program LPMAK waktu itu, " kata Irma ditemui di Kantor YPMAK Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (11/7/2025).
Baca juga: Demi Papua Pegunungan Damai: Theo Hesegem Tegas Tolak Kehadiran TPNPB di Yahukimo
Di Papua sendiri, lanjut Irma, Sally FC mulai terbentuk sejak tahun 2012 di Mimika, Jayapura, Tolikara, dan Wamena.
Tidak hanya menjadi promotor tetapi juga masih aktif bermain di lapangan hijau.
"Kami pernah menjuarai kompetisi Piala Galanita Bupati Mimika 2022," kenangnya.
Baca juga: Ada Apa? Penduduk Tembagapura Mimika Berkurang 55 Persen dalam 4 Tahun
"Untuk turnamen sepak bola wanita terakhir pada tahun 2023, tim kami berhasil meraih juara satu,"ucapnya.
| Kisah Astia Melyawati, Gebrak Pasar Jerman Lewat Camilan Sagu Gluten Free Merk Basyira Kukis |
|
|---|
| Cerita Barista Lampung Hijrah ke Nabire: Racik Kopi Lokal Papua Tengah Menembus Ketakutan |
|
|---|
| Dalam Racikan Kopi di Balik Meja Bar Cafe, Barista Muda Jayapura Ini Temukan Makna Hidup |
|
|---|
| Kisah Mama Gobai Menembus Sunyinya Telaga Bunauwo, Menyisir Ujung Paniai Demi Udang Selingkuh |
|
|---|
| Sosok Kompol Umbu Sairo, Danyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua Tengah |
|
|---|