Selasa, 19 Mei 2026

Jalan Trans Nabire Ilaga Putus

Jalan Nasional Trans Nabire-Ilaga 10 KM Putus, Tiga Bupati Turun Tangan

‎"Kontraktor Nasional yang paling dekat sini harus kerja. Saya percayakan Bupati Dogiyai dalam dua hari saja segera usahakan

Tayang:
zoom-inlihat foto Jalan Nasional Trans Nabire-Ilaga  10 KM Putus, Tiga Bupati  Turun Tangan
Tribun-PapuaTengah.com/Melkianus Dogopia
FOTO BERSAMA- Ketua Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah, Melkianus Mote bersama Bupati Paniai dan Bupati Dogiyai juga Wabup Deiyai, Ayub Pigome, Unsur Forkopimda ketiga kbupaten; Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, bersama masyarakat di kampung sekitar. Langsung turun ke titik longsor di Jalan Trans Nabire-Ilaga, 131-141 KM, Siriwo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa, (19/8/2025) 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
‎‎
‎TRIBUNPAPUATENGAH.COM, Dogiyai- Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah Memastikan Kerusakan Berat Jalan Trans Nabire-Ilaga, Provinsi Papua Tengah.

‎Jalan Trans Nabire-Ilaga di Provinsi Papua Tengah itu menghubungkan Kabupaten Nabire tujuan Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Paniai.

Baca juga: BMKG Sebut Mimika Hanya Mengenal Satu Musim Dibanding Daerah Lain

‎Bupati Deiyai, Ketua Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah, Melkianus Mote bersama Bupati Paniai dan Bupati Dogiyai langsung turun ke titik longsor di Jalan Trans Nabire-Ilaga, Siriwo, Kabupaten Nabire, Selasa (19/8/2025), siang.

‎Turut didampingi Wakil Bupati (Wabup) Deiyai, Ayub Pigome, Unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ketiga kbupaten; Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, bersama masyarakat di kampung sekitar.

 

‎Ketua Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang memastikan bencana alam longsor.

‎"Iya, jika dibiarkan maka siapa lagi yang akan memastikan longsoran besar itu," ucap Melkianus Mote, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengecekan titik longsor di ruang rapat Kantor Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai.

Baca juga: Pansus Dibentuk, DPR Siap Atasi Masalah Kemanusiaan di Papua Tengah

‎Melkianus Mote menjelaskan guna memastikan pembangunan di tiga kabupaten itu maka diharapkan masing-masing kabupaten dapat melewati jalur udara.

‎"Untuk pembangunan penerangan di tiga kabupaten, maka terus melakukan koordinasi dengan pihak PLN di Jayapura, agar dapat mengantar bahan bakat memakai pesawat terbang," jelas Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah.

Baca juga: Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya Salurkan Sembako Untuk Pengungsi di Kampung Ekenembe

‎Asosiasi Bupati se-Provinsi Papua Tengah meminta jalan nasional itu harus segera dituntaskan.

‎"Kita harus tuntaskan segera. Karena, kalau dibiarkan, maka dampaknya meluas," pinta Bupati Deiyai.

‎Pada kesempatan itu pula, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai mengungkapkan bencana alam longsor itu sepanjang 10 Kilo Meter (KM), merupakan jarak yang panjang dan harus kerja cepat dan serius.

Baca juga: Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya Salurkan Sembako Untuk Pengungsi di Kampung Ekenembe

‎"Dari 131 sampai 141 KM badan jalan longsor, itu bukan jarak yang dekat, ini masalah serius. Kita harus bergerak cepat," ungkap Bupati Yudas Tebai.

‎Yudas Tebai menambahkan, longsoran itu berada di Wilayah Administrasi Pemerintahan Nabire. Hanya saja, dampaknya dirasakan tiga kabupaten; Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Baca juga: Disambut Bupati dan Wabup Puncak di Distrik Gome, Pangkogabwilhan III: Kami Dukung Program Pemda

‎"Sebenarnya, di titik longsoran itu termasuk di Kabupaten Nabire. Karena, ini jalan utama jadi harus dari pusat. Yah, kita kan dapat dampaknya, kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Sehingga, kita bersama usahakan secepatnya," tambah Bupati Yudas.

‎Ia mengajak agar dalam pekerjaan jalan ini dapat dibagi tanggungjawab masing-masing Bupati.

Baca juga: Pemkab Mimika Jadi Contoh, Peanus Uamang Apresiasi Formasi Khusus CPNS untuk Suku Amungme-Kamoro

‎"Untuk kerja, kita bagi-bagi, kolaborasi dengan pemerintah Nabire dan pemerintah Provinsi Papua tengah. Ini agar, pemerintah pusat secepatnya kerja," pesan Bupati Yudas.

‎Pada kesempatan yang sama, Bupati Paniai, Yampit Nawipa menegaskan agar langsung kerja.

‎"Kita bergerak dari sekarang kerja. Kalau, kita bicara saja tidak akan selesaikan," tegas Bupati muda se-Indonesia.

Baca juga: Warga Intan Jaya Mengungsi ke Hutan Jelang Hari Kemerdekaan, Ustad Asso Minta Pendekatan Dialogis

‎‎Lebih lanjut, Bupati julukan anak muda gerak cepat itu mengajak agar memakai pihak ketiga nasional yang sedang berada di Provinsi Papua Tengah.

‎"Kontraktor Nasional yang paling dekat sini harus kerja. Saya percayakan Bupati Dogiyai dalam dua hari saja segera usahakan kontraktor yang ada di Kabupaten Dogiyai," Bupati Yampit.

Baca juga: Akibat Hujan Deras, Jalan dan Permukiman di Mimika Tergenang Air

‎"Agar hari jumat dalam minggu ini, bisa memulai kerja," harapnya Yampit Nawipa.

‎Ketiga bupati itu berjalan kaki memastikan. Dan, sepanjang 10 KM itu, titik beratnya di 139 samapi 141 KM.

‎Dalam kunjungan tiga bupati ini diharapkan agar dapat berkeroyok tuntaskan secepatnya akibat bencana alam longsor ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved