Opini
MDF Sosok Jenderal Polisi Berhati Lembut
Beliau seorang Polisi (Brimob), tidak banyak retorika, tapi menyapa dan menyentuh langsung rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/24-Agustus-2025-MDFFFF.jpg)
Oleh: Ismail Asso, Tokoh Muslim Papua
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua di Jayapura, Rabu (20/8/2025) lalu.
Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Matius Derek Fakhiri (MDF)-Aryoko Rumaropen unggul dengan memperoleh 259.817 suara atau 50,4 persen.
MDF bagi saya mencitrakan diri sebagai seorang paling toleran dan lembut.
Pendekatannya persuasif, dingin namun sangat bersahaja.
MDF bukanlah tipe orator yang berapi-api ketika pidato dihadapan pendukung dengan retorika kosong.
Beliau seorang Polisi (Brimob), tidak banyak retorika, tapi menyapa dan menyentuh langsung rakyat.
Mendatangi berbagai komunitas pendukung.
Strateginya berinteraksi secara langsung menyerap dan mendengar keluhan harapan yang disampaikan rakyat.
Bahkan, selama momen Pilkada, MDF nampak jarang mengeluarkan pernyataan layaknya (selayaknya), seorang mantan Polisi.
Pelajaran Buat Kita
Secara filosofis sejatinya manusia itu baik dan ingin hidup dalam ke-damai-an.
Kata Damai itu sendiri adalah nama agama Islam. Islam artinya damai sejahtera.
Manusia memiliki potensi menjadi baik dan buruk sekaligus cenderung pada kebaikan dan kedamaian.
Dalam Hadits Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wassalam (SAW), bersabda: Kullu mauludin yuuladu ‘alal fitroh, fabaawahu yuhawwidanihi, awyunahsirohini, awyumajjisanihi.
Artinya: “Semua anak (manusia) dilahirkan dalam keadaan suci (islam), yang mengubah seseorang menjadi seorang Yahudi, Nasrani dan Majusi karena lingkungan kehidupannya)”.
Pesan yang ingin disampaikan disini adalah bahwa pendekatan MDF adalah pendekatan filosofi Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Umat Manusia sekaligus menerapkan secara praktis makna agama Islam sebagai anutan barunya (mualaf).
Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan sekaligus manusia (dogma Kritiani) dan dalam dimensi kemanusiannya Yesus mati ditiang Salib sebagai bukti Kasih paling tinggi untuk menembus dosa umat manusia.
Sehingga mengatakan dirinya sebagai Jalan dan kebenaran, dan tiada keselamatan selain melalui Yesus Kristus. (*)
| Konflik Menyasar Tubuh Perempuan Papua |
|
|---|
| Dominasi Kekuasaan Laki-Laki dan Absennya Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif Yahukimo |
|
|---|
| Permasalahan Stunting dan Ketimpangan Pembangunan di Kabupaten Jayapura |
|
|---|
| Peran Mama Papua dalam Ekonomi Pasar Tradisional dan Tantangan Kebersihan Lingkungan Pasar Youtefa |
|
|---|
| OPINI: Agama Pendatang Baru Tidak Bisa Menghapus Hak Orang Asli Papua |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.