Selasa, 26 Mei 2026

Opini

MDF Sosok Jenderal Polisi Berhati Lembut

Beliau seorang Polisi (Brimob), tidak banyak retorika, tapi menyapa dan menyentuh langsung rakyat. 

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto MDF Sosok Jenderal Polisi Berhati Lembut
Istimewa
Ustadz Ismail Asso 

Oleh: Ismail Asso, Tokoh Muslim Papua

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua di Jayapura, Rabu (20/8/2025) lalu. 

Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Matius Derek Fakhiri (MDF)-Aryoko Rumaropen unggul dengan memperoleh 259.817 suara atau 50,4 persen.

MDF bagi saya mencitrakan diri sebagai seorang paling toleran dan lembut. 

Pendekatannya persuasif, dingin namun sangat bersahaja. 

MDF bukanlah tipe orator yang berapi-api ketika pidato dihadapan pendukung dengan retorika kosong.

Beliau seorang Polisi (Brimob), tidak banyak retorika, tapi menyapa dan menyentuh langsung rakyat. 

Mendatangi berbagai komunitas pendukung. 

Strateginya berinteraksi secara langsung menyerap dan mendengar keluhan harapan yang disampaikan rakyat.

Bahkan, selama momen Pilkada, MDF nampak jarang mengeluarkan pernyataan layaknya (selayaknya), seorang mantan Polisi

Pelajaran Buat Kita

Secara filosofis sejatinya manusia itu baik dan ingin hidup dalam ke-damai-an. 

Kata Damai itu sendiri adalah nama agama Islam. Islam artinya damai sejahtera.

Manusia memiliki potensi menjadi baik dan buruk sekaligus cenderung pada kebaikan dan kedamaian.

Dalam Hadits Nabi Muhammad Shollallahu’alaihi Wassalam (SAW), bersabda: Kullu mauludin yuuladu ‘alal fitroh, fabaawahu yuhawwidanihi, awyunahsirohini, awyumajjisanihi. 

Artinya: “Semua anak (manusia) dilahirkan dalam keadaan suci (islam), yang mengubah seseorang menjadi seorang Yahudi, Nasrani dan Majusi karena lingkungan kehidupannya)”.

Pesan yang ingin disampaikan disini adalah bahwa pendekatan MDF adalah pendekatan filosofi Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Umat Manusia sekaligus menerapkan secara praktis makna agama Islam sebagai anutan barunya (mualaf).

Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan sekaligus manusia (dogma Kritiani) dan dalam dimensi kemanusiannya Yesus mati ditiang Salib sebagai bukti Kasih paling tinggi untuk menembus dosa umat manusia. 

Sehingga mengatakan dirinya sebagai Jalan dan kebenaran, dan tiada keselamatan selain melalui Yesus Kristus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved