Senin, 4 Mei 2026

Insiden Dogiyai

Kapolsek Kamuu Minta Maaf Atas Dugaan Ancaman Oknum Polisi Terhadap Kadistrik dan Wartawan

Setelah dihalangi, Markus memilih kembali ke kantor distrik untuk berkoordinasi dengan jajarannya soal situasi.

Tayang:
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Kapolsek Kamuu Minta Maaf Atas Dugaan Ancaman Oknum Polisi Terhadap Kadistrik dan Wartawan
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
DOGIYAI BERDARAH - Tampak korban Sipi Tibakoto (18 tahun), terdapat luka tembak di bagian kepala mengakibatkan korban meninggal dunia. Yulita Pigai (60 tahun), terdapat luka tembak di bagian betis. Dan, Martinus Yobee (19 tahun), mengalami luka tembak di bagian perut, Selasa (31/3/2026), pagi, sekitar pukul 10.00 WIT, di pusat kota Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah./Istimewa 

Yusuf mengaku selama ini dirinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para tokoh dan pemuda setempat, termasuk wartawan dan Kepala Distrik Kamuu.

“Justru saya minta tolong kepada mereka, adik Aleks dan bapak kepala distrik. Waktu kejadian itu sampai waktu saya antar jenazah itu saya bilang ade Waine dengan kepala distrik datang di depan saya,” ujarnya.

Baca juga: Sambut Kebangkitan Yesus Kristus, Ribuan Warga Mimika Pawai Obor Paskah

Yusuf mengaku justru kehadiran Aleks dan Kepala Distrik Kamuu telah banyak membantu.

“Kamu dua itu saya punya kekuatan untuk saya bergerak dalam kota ini (ibu kota Dogiyai),” lanjutnya mengulangi kalimat yang pernah ia sampaikan kepada Aleks dan Kepdis Kamuu.

Menurutnya, komunikasi dengan para tokoh dan pemuda selama ini berjalan baik.

Namun, Yusuf menyayangkan adanya sikap tidak sopan dari oknum anggota yang memicu keresahan.

“Tadi Maine sempat WA ke saya soal ini. Anak-anak ini (oknum polisi) kurang ajar tidak tahu sopan, tidak tahu etika,” katanya.

Yusuf menegaskanpernyataan tersebut bukan berasal dari anggota Polsek Kamuu, melainkan oknum anggota Polres.

“Saya sebagai Kapolsek Kamuu minta maaf. Saya sedikit pun tidak pernah berpikir buruk sama adik Aleks sama kakak kepala distrik juga pemuda-pemuda di sini (Dogiyai). Saya salut sama mereka karena selama ini mereka yang bantu saya sebagai kapolsek dalam kota,” tegasnya.

“Tapi saya sarankan, berkenan langsung Kapolres kah? Karena yang menyatakan kalimat itu anggota Kapolres. Itu bukan anggota saya (Polsek Kamuu)," imbuhnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Siaga Layani Kebutuhan Energi Libur Panjang Paskah di Papua dan Maluku 

Yusuf juga menilai perilaku oknum tersebut tidak mencerminkan sikap profesional aparat.

“Saya jujur, hal-hal yang tidak berkenan ini tidak boleh terjadi kepada kita punya masyarakat. Saya jujur bukan karena saya anak Papua, saya tahu persis adik-adik di sini, pemuda-pemuda di sini, saya sangat dekat dengan mereka (warga di sini) terutama para pemuda,” ujarnya.

“Perilaku-perilaku dari anggota ini tidak benar atau tidak profesional. Saya sebagai Kapolsek Kamuu mohon maaf,” sambungnya lagi. 

Yusuf memastikan akan melaporkan oknum tersebut ke pimpinan.

“Adik anggota yang mengatakan bahasa begitu, saya akan lapor ke Kapolres, kalau tidak nanti saya kasih tahu ke Polda untuk oknum dicabut dari Dogiyai,” janjinya.

Baca juga: Vigili Paskah 2026, Umat Dipanggil Untuk Menemui Yesus Kristus Sang Juru Selamat

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved