Info Mimika
Perangi Stunting di Mimika, Integrasi Perlindungan Anak dan Gizi Jadi Kunci Utama
Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi jalan keluar untuk menjangkau keluarga yang terisolasi dari akses informasi gizi.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/20-Februari-2026-Stunnn.jpg)
Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi jalan keluar untuk menjangkau keluarga yang terisolasi dari akses informasi gizi.
"Dengan pendataan yang lebih valid akan mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat luas," sebut Yohana.
Baca juga: Stok Pangan Jayawijaya Aman: Nakerindag Pastikan Harga Sembako Stabil Selama Ramadhan 2026
Sementara itu, Manager Unit Perlindungan dan Partisipasi Anak WVI, Satrio Rahargo, mengungkapkan fakta krusial bahwa kekerasan terhadap anak berkontribusi signifikan terhadap status gizi buruk.
Anak yang hidup dalam lingkungan penuh tekanan psikis cenderung mengalami gangguan metabolisme dan hilangnya nafsu makan secara kronis.
WVI secara konsisten mendorong setiap mitra pembangunan untuk menyertakan kebijakan perlindungan anak dalam setiap kontrak kerja sama.
"Tanpa lingkungan yang aman dari kekerasan, intervensi pemberian makanan tambahan tidak akan memberikan hasil maksimal bagi tumbuh kembang anak," ungkap Satrio.
Akses terhadap layanan kesehatan dan fasilitas perlindungan publik harus setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Faktor eksternal seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi juga menjadi poin penting dalam diskusi penguatan kapasitas TPPS tersebut.
Baca juga: SMP YPPK St Fransiskus Asisi Mapia Beroperasi, Jawab Penantian 50 Tahun Anak Pedalaman Dogiyai
WVI menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan emosional anak merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan asupan kalori.
Komitmen bersama antara orang tua dan pemerintah diperlukan untuk menjamin anak tumbuh dalam ekosistem yang mendukung martabat kemanusiaan mereka.
"Upaya kolektif ini kita berharap menciptakan model penanganan stunting yang lebih inklusif dan humanis di Tanah Papua," harap Satrio.
Lebih gamblang Pemkab Mimika menargetkan adanya penurunan prevalensi stunting secara signifikan melalui penguatan fungsi kontrol dan pengawasan distribusi gizi.
Fokus utama tetap tertuju pada perlindungan hak dasar anak sebagai titipan yang harus dijaga dari segala bentuk diskriminasi.
Sinergi lintas sektor ini menjadi pondasi bagi lahirnya generasi emas Mimika yang sehat, cerdas, dan terlindungi secara hukum. (*)
TribunPapuaTengah.com
DP3AP2KB Kabupaten Mimika
stunting
Wahana Visi Indonesia (WVI)
Kabupaten Mimika
asupan gizi
Proyek Pasti-Papua
| Bulog Mimika Salurkan Puluhan Ribu Bantuan Pangan, Sasar 27.209 Warga di 18 Distrik |
|
|---|
| Tekan Penyebaran Malaria, PT Petrosea Bagi-bagi Ratusan Kelambu untuk Warga Mimika |
|
|---|
| Bappeda Mimika Susun Skala Prioritas Pembangunan 2026, Didominasi Infrastruktur Dasar |
|
|---|
| Sampah Pasar Sentral Membludak, Disperindag Mimika: Ini Bukan Hanya dari Pedagang |
|
|---|
| Wabup Mimika Beri Deadline Sepekan: Pejabat Lama Wajib Balikkan Mobil Dinas atau Sanksi Menanti |
|
|---|