Jumat, 24 April 2026

Info Mimika

Perangi Stunting di Mimika, Integrasi Perlindungan Anak dan Gizi Jadi Kunci Utama

Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi jalan keluar untuk menjangkau keluarga yang terisolasi dari akses informasi gizi.

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Perangi Stunting di Mimika, Integrasi Perlindungan Anak dan Gizi Jadi Kunci Utama
Tribunnews.com/Feronike Rumere
STUNTING - Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan dukungan PT Freeport Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika, menggelar asesmen kapasitas organisasi menggunakan alat penilaian tata kelola dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). di Hotel Horison Diana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (19/2/2026). Foto: Tribun-PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 

Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi jalan keluar untuk menjangkau keluarga yang terisolasi dari akses informasi gizi.

"Dengan pendataan yang lebih valid akan mempermudah pemerintah dalam mendistribusikan bantuan dan edukasi kepada masyarakat luas," sebut Yohana.

Baca juga: Stok Pangan Jayawijaya Aman: Nakerindag Pastikan Harga Sembako Stabil Selama Ramadhan 2026

Sementara itu, Manager Unit Perlindungan dan Partisipasi Anak WVI, Satrio Rahargo, mengungkapkan fakta krusial bahwa kekerasan terhadap anak berkontribusi signifikan terhadap status gizi buruk.

Anak yang hidup dalam lingkungan penuh tekanan psikis cenderung mengalami gangguan metabolisme dan hilangnya nafsu makan secara kronis.

WVI secara konsisten mendorong setiap mitra pembangunan untuk menyertakan kebijakan perlindungan anak dalam setiap kontrak kerja sama.

"Tanpa lingkungan yang aman dari kekerasan, intervensi pemberian makanan tambahan tidak akan memberikan hasil maksimal bagi tumbuh kembang anak," ungkap Satrio.

Akses terhadap layanan kesehatan dan fasilitas perlindungan publik harus setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Faktor eksternal seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi juga menjadi poin penting dalam diskusi penguatan kapasitas TPPS tersebut.

Baca juga: SMP YPPK St Fransiskus Asisi Mapia Beroperasi, Jawab Penantian 50 Tahun Anak Pedalaman Dogiyai

WVI menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan emosional anak merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan asupan kalori.

Komitmen bersama antara orang tua dan pemerintah diperlukan untuk menjamin anak tumbuh dalam ekosistem yang mendukung martabat kemanusiaan mereka.

"Upaya kolektif ini kita berharap menciptakan model penanganan stunting yang lebih inklusif dan humanis di Tanah Papua," harap Satrio.

Lebih gamblang Pemkab Mimika menargetkan adanya penurunan prevalensi stunting secara signifikan melalui penguatan fungsi kontrol dan pengawasan distribusi gizi.

Fokus utama tetap tertuju pada perlindungan hak dasar anak sebagai titipan yang harus dijaga dari segala bentuk diskriminasi.

Sinergi lintas sektor ini menjadi pondasi bagi lahirnya generasi emas Mimika yang sehat, cerdas, dan terlindungi secara hukum. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved