YPMAK
Program YPMAK 2026: Warga Kampung Atuka Pertahankan Pengurus Pokja Lama dan Fokus Industri Kelapa
Kedatangan tim yayasan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini untuk sosialisasi sekaligus pembentukan struktur Pokja.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/10-Maret-2026-YPMAK-Kampung-Atuka.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim YPMAK menggelar sosialisasi program kampung 2026 di Kampung Atuka, Mimika, pada Selasa (10/3/2026).
- Warga sepakat mempertahankan pengurus Pokja lama karena kinerja yang dinilai baik.
- Anggaran Rp300 juta dialokasikan, dengan fokus utama pengembangan kelapa dan pengolahan minyak (VCO).
- Langkah ini menjadi upaya membangun kemandirian ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Tim Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK). menyambangi Balai Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (10/3/2026).
Kedatangan tim yayasan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini untuk sosialisasi sekaligus pembentukan struktur Pokja tahun berjalan.
Diketahui bahwa pembangunan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika, terus mendapat dorongan strategis melalui skema pendampingan terstruktur YPMAK.
Sebab itu, warga Kampung Atuka, menegaskan komitmen keberlanjutan program dengan mempertahankan kepengurusan Pokja periode 2026.
Baca juga: Pasien Kritis Meninggal di Kursi Roda, Keluarga Sesalkan Lambatnya Penanganan Medis RSUD Yowari
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, menyampaikan bahwa pihak yayasan membawa draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai acuan diskusi bersama masyarakat.
“Kami tidak datang untuk mengganti atau melanjutkan secara sepihak, tetapi akan didiskusikan kembali bersama bapak-bapak di kampung,” ujar Iksan.
Struktur kepengurusan Pokja akhirnya diputuskan secara mufakat oleh seluruh warga setempat.
Masyarakat sepakat mempertahankan ketua dan bendahara lama karena dinilai memiliki komitmen kerja yang jelas serta terbukti mampu mengelola program dengan baik.
Iksan juga menyebut anggaran program untuk tahun 2026 tetap ditetapkan sebesar Rp300 juta.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Tetap Buka Layanan JKN
Dana tersebut terbagi menjadi Rp60 juta untuk biaya operasional Pokja dan Rp240 juta untuk alokasi program pemberdayaan masyarakat.
“Anggaran yang kita dapat masih sama, belum ada perubahan. Totalnya Rp300 juta, dengan Rp60 juta untuk operasional dan Rp240 juta untuk program masyarakat,” jelas Iksan.
YPMAK menekankan pengembangan program jangka panjang pada tahun ini melalui budi daya kelapa dan pengolahan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO).
Pengelola program mengarahkan minimal 50 persen dari dana pemberdayaan sebesar Rp240 juta untuk fokus pada sektor tersebut.
| Sosialisasi Program Kampung di Mioko, YPMK: 40 Persen Penerima Manfaat Harus Perempuan |
|
|---|
| Kelola Dana Hibah YPMAK Rp300 Juta, Warga Kampung Aikawapuka Fokus Penguatan Ekonomi Produktif |
|
|---|
| Warga Apuri Mimika Fokuskan Dana YPMAK Rp300 Juta untuk Hilirisasi Kelapa dan Armada Nelayan |
|
|---|
| YPMAK Sosialisasi Program Kampun,g Masyarakat Aparuka Usulkan Genset dan Kebun Pisang |
|
|---|
| Kelola Dana YPMAK 2026, Warga Migiwia Fokus Produksi Minyak Kelapa dan Alat Tangkap |
|
|---|