YPMAK
Monitoring di Kampung Mapar, YPMAK Pastikan Program Tepat Sasaran
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) turun langsung meninjau serta memonitoring pemanfaatan bantuan mesin di Kampung Mapar.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/30-April-2026-YPMAK-Kampung-Mapar.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim Monev YPMAK meninjau pemanfaatan bantuan mesin di Kampung Mapar.
- Mesin digunakan bersama oleh warga untuk aktivitas ekonomi seperti mendulang dan mencari udang dan ikan.
- YPMAK menilai program berjalan baik, namun menyarankan adanya iuran penggunaan untuk perawatan serta mendorong pemanfaatan koperasi guna pengembangan usaha masyarakat.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan masyarakat Amungme Kamoro selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) monitoring Pokja di Kampung Mapar, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (30/4/2026).
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) turun langsung meninjau serta memonitoring pemanfaatan bantuan mesin di Kampung Mapar.
Kegiatan monitoring ini dihadiri Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, bersama staf Janias Miagoni, Falentina Tely Matamoa, serta masyarakat Kampung Mapar.
Baca juga: Pokja Kampung Akar Tahun 2026 Terbentuk, YPMAK: Dorong Program Peningkatakan Ekonomi Warga
Dalam kunjungan tersebut, tim melihat sejumlah mesin yang telah disalurkan kepada masyarakat, di antaranya mesin tempel perahu 15 PK sebanyak satu unit dan dua unit lainnya yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
Salah satu warga Kampung Mapar penerima mesin dan pengelola mesin, Ambrosius Tukani, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dimanfaatkan bersama oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan.
“Kami gunakan untuk mendulang, mencari udang, dan kebutuhan lain masyarakat. Kalau ada yang mau pakai, bisa digunakan, nanti setelah itu dikembalikan untuk dirawat,” ujar Ambrosius.
"Saya di sini bertanggung jawab dalam perawatan mesin agar tetap bisa digunakan secara berkelanjutan oleh warga," imbuhnya.
Baca juga: Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga
Dalam kesempatan tersebut, Divisi Monev Sosial Ekonomi Janias Miagoni menanyakan mekanisme perawatan mesin, termasuk langkah yang diambil jika terjadi kerusakan.
Janias menyarankan agar penggunaan mesin dapat disertai dengan kontribusi biaya dari masyarakat.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan serta mendorong perputaran ekonomi di kampung.
“Kalau bisa setiap penggunaan ada ongkosnya, supaya bisa membantu biaya perawatan dan bermanfaat untuk kepentingan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK, Monica Maramku, menjelaskan, kegiatan ini untuk memastikan seluruh program yang dijalankan Pokja di Kampung Mapar berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Fokus Dana Otsus, Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Tajamkan Strategi 2027
“Secara umum program sudah berjalan dengan baik. Memang ada beberapa yang tidak sesuai dengan RAB karena ada pembiayaan yang lebih besar di program lain,” jelasnya.
| Pokja Kampung Akar Tahun 2026 Terbentuk, YPMAK: Dorong Program Peningkatakan Ekonomi Warga |
|
|---|
| Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga |
|
|---|
| YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pengurus Pokja 2026 di Kampung Kapiraya |
|
|---|
| YPMAK Monitoring Produksi Minyak Goreng dan Minyak Kelapa Murni Pokja Kampung Uta |
|
|---|
| Fokus Tingkatkan Ekonomi Warga, YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pokja 2026 di Kampung Uta |
|
|---|