YPMAK
YPMAK Bentuk Pokja Kampung Aindua, Dorong Ekonomi Berbasis Kerja
Sementara itu, Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, menegaskan bahwa program kampung mengedepankan prinsip keadilan melalui sistem kerja.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/3-Mei-2026-Pokja-Kampung-Sehattt-Andua.jpg)
Ringkasan Berita:
- YPMAK membentuk Pokja Program Kampung 2026 di Kampung Aindua untuk mendorong ekonomi berbasis kerja.
- Program ini melanjutkan usulan masyarakat sebelumnya dengan penekanan pada sistem kerja sebelum upah.
- Lalu adanya eterlibatan perempuan minimal 40 persen, serta transparansi anggaran Rp300 juta. Pokja baru diharapkan melanjutkan program secara berkelanjutan.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mensosialisasi sekaligus membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun 2026 di Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Basecamp Kampung Sehat YPMAK, Kampung Aindua ini bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui program berbasis kerja, bukan bantuan langsung.
Baca juga: Momen Hardiknas 2026 di SATP, Generasi Emas Papua Perlu Diselamatkan
Proses pemilihan dan penandatanganan perjanjian kerja sama Pokja Program Kampung berlangsung lancar dan mendapat dukungan warga setempat.
Ketua Pokja Tahun 2025, Estagius Kaita, mengatakan program yang telah berjalan pada masa kepengurusannya sejak 2025 diharapkan dapat terus dilanjutkan sesuai kebutuhan dan usulan masyarakat.
Ia menyebut, sejumlah program yang direalisasikan pada 2025, termasuk pengadaan dua unit mesin fiber merupakan hasil aspirasi warga.
“Program yang sudah berjalan 2025 ini semuanya berdasarkan usulan masyarakat. Dua mesin fiber yang sudah kita realisasikan,” ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Adat Pesisir 6 Suku di Nabire Tatap Muka Bahas Mubes
Estagius berharap kepengurusan Pokja yang baru dapat melanjutkan capaian yang telah ada agar manfaatnya tetap dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan pengurus baru agar bekerja dengan baik, jujur, serta terus berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak yayasan.
“Saya harap pengurus yang baru bisa bekerja dengan baik, jujur, dan mengikuti aturan yang ada, serta tetap berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak yayasan agar program bisa berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Baca juga: YPMAK Kunjungi Kampung Aindua, Monitoring Program Kampung Sehat
Sementara itu, Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, menegaskan bahwa program kampung mengedepankan prinsip keadilan melalui sistem kerja.
“Masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum menerima upah. Pembagian hasil dilakukan setelah pekerjaan selesai, sehingga adil bagi semua yang terlibat,” jelasnya.
Dwi menjelaskan komposisi Pokja terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan aparat kampung (di luar kepala kampung, sekretaris, dan bendahara), tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.
Baca juga: Jaga Independensi Pers, Forum Pimred Papua Resmi Terbentuk
Selain itu, YPMAK juga menetapkan minimal 40 persen penerima upah berasal dari perempuan sebagai bagian dari pemberdayaan gender di tingkat kampung.
| Momen Hardiknas 2026 di SATP, Generasi Emas Papua Perlu Diselamatkan |
|
|---|
| YPMAK Kunjungi Kampung Aindua, Monitoring Program Kampung Sehat |
|
|---|
| Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK |
|
|---|
| Monitoring di Kampung Mapar, YPMAK Pastikan Program Tepat Sasaran |
|
|---|
| Pokja Kampung Akar Tahun 2026 Terbentuk, YPMAK: Dorong Program Peningkatakan Ekonomi Warga |
|
|---|