YPMAK
Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan
“Kalau ada warga sakit darurat, bahkan tengah malam pun tim tetap melayani kami dengan baik,” ungkap Teresia penuh syukur, Sabtu (2/5/2026).
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/3-Mei-2026-Ainduaa-YPkam.jpg)
Ia menjelaskan bahwa posisi Program Kampung Sehat bersifat suportif terhadap agenda besar pemerintah daerah.
YPMAK tidak bermaksud mengambil alih peran negara, melainkan menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan warga.
Baca juga: Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK
Program ini hadir sebagai solusi alternatif bagi kampung-kampung dengan aksesibilitas rendah.
“Tanggung jawab utama pelayanan tetap ada pada pemerintah, tetapi kami hadir untuk mendukung agar masyarakat tidak terabaikan,” jelas Riana.
Riana juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan ini secara optimal sebelum adanya penyesuaian kebijakan di masa mendatang.
Terkait teknis operasional, Riana mengklarifikasi mengenai sistem penarikan tenaga kesehatan (nakes) setiap tiga bulan sekali.
Kebijakan ini diambil murni karena keterbatasan jumlah personel medis yang dimiliki oleh pihak yayasan.
Para nakes memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kualitas pelayanan sebelum mereka diterjunkan kembali ke lapangan.
Baca juga: Monitoring di Kampung Mapar, YPMAK Pastikan Program Tepat Sasaran
“Tenaga kami terbatas, sehingga setelah tiga bulan bertugas mereka harus beristirahat sebelum kembali bertugas,” ungkap Riana membandingkan dengan sistem rotasi pemerintah yang memiliki sumber daya lebih besar.
Dukungan keamanan dan kenyamanan dari masyarakat sangat diperlukan agar para petugas dapat bekerja secara totalitas.
Diketahui tantangan kesehatan di Kampung Aindua didominasi oleh penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
Petugas Kampung Sehat, Suster Siska, bersama Koordinator Area, Suster Ida Fauziah, terus berjaga secara bergantian untuk melayani pasien.
Kedua suster itu tidak hanya menunggu di posko, tetapi juga aktif mengedukasi kesehatan kepada keluarga-keluarga di kampung tersebut.
"Selain pengobatan, kami melakukan Pemantauan Minum Obat (PMO) guna memastikan pasien sembuh total," kata Suster Siska.
Upaya preventif ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi obat atau komplikasi penyakit yang lebih berat di kemudian hari. (*)
TribunPapuaTengah.com
YPMAK
Kampung Aindua
pelayanan kesehatan
Kabupaten Mimika
Program Kampung Sehat
pelayanan medis
| YPMAK Bentuk Pokja Kampung Aindua, Dorong Ekonomi Berbasis Kerja |
|
|---|
| Momen Hardiknas 2026 di SATP, Generasi Emas Papua Perlu Diselamatkan |
|
|---|
| YPMAK Kunjungi Kampung Aindua, Monitoring Program Kampung Sehat |
|
|---|
| Keberadaan Kampung Sehat di Ararau Dinilai Efektif, Warga Rasakan Manfaat Layanan YPMAK |
|
|---|
| Monitoring di Kampung Mapar, YPMAK Pastikan Program Tepat Sasaran |
|
|---|