YPMAK
YPMAK Bentuk Kepengurusan Pokja Kamoro Jaya 2026, Siapkan Program Pertanian
Kegiatan berlangsung di Kampung Kamoro Jaya, Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/6/2026).
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/9-Juni-2026-Ypmk.jpg)
Ringkasan Berita:
- YPMAK menggelar sosialisasi dan pembentukan Pokja Kampung Kamoro Jaya, Mimika, untuk program pertanian tahun 2026.
- Kampung ini menerima dana Rp250 juta, dengan rincian Rp200 juta untuk program kerja dan Rp50 juta biaya operasional.
- Program ini berfokus pada sektor pertanian dan mewajibkan minimal 40 persen keterlibatan perempuan.
- Pokja dipimpin Matias Boyau guna mendorong ketahanan pangan warga.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar sosialisasi dan pembentukan kepengurusan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Kamoro Jaya untuk program tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Kampung Kamoro Jaya, Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/6/2026).
Hadir dalam sosialisi tersebut yakni Tim YPMAK Divisi Ekonomi Iksan Dwi Kanang, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Irma Kamaroko, Lurah Kamoro Jaya Musdalifah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat setempat.
Baca juga: Usai Ketua Yayasan, Pembuat LPJ Dana Hibah OAP Pasukan Hijau Ditahan Kejari Sorong
Untuk tahun 2026, Kampung Kamoro Jaya kembali menerima alokasi dana sebesar Rp250 juta dengan pembagian diperuntukkan bagi pelaksanaan program kerja Rp 200 juta sementara Rp50 juta digunakan untuk operasional.
Program Pokja Kampung Kamoro Jaya tahun 2026 difokuskan pada sektor pertanian dengan nilai anggaran sebesar Rp200 juta yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok.
Tim Divisi Ekonomi YPMAK, Iksan Dwi Kanang, mengatakan setiap pengurus Pokja memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) setelah masa kerja berakhir.
Baca juga: Dukungan Datang dari Kampung Sawado Nabire, Paul Ayatanoi Jagokan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan perempuan dalam setiap program yang dijalankan.
"Sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama, keterlibatan perempuan minimal 40 persen dalam setiap program yang dilaksanakan," ujarnya.
Sementara itu, Tim Monev YPMAK, Irma Kamaroko, menjelaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi sejak program berjalan hingga tahap pencairan dana.
Menurutnya, program kerja yang telah disepakati tidak dapat diubah saat pelaksanaan di lapangan dan akan dievaluasi berdasarkan kelayakan serta manfaatnya bagi masyarakat.
"Dari proses Pokja sampai pencairan dana, kami terus melakukan pendampingan dan evaluasi," katanya.
Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, menyambut baik dukungan anggaran Rp200 juta untuk sektor pertanian tersebut.
Baca juga: Rajut Kebersamaan di Piala Dunia 2026, Kapolres Ajak Warga Nabire Jaga Kamtibmas
Ia optimistis program berbasis kelompok kerja dapat memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan bantuan yang dibagikan secara perorangan.
| Didukung YPMAK, Pokja Kampung Hiripau Fokus Kembangkan Usaha Minyak Kelapa |
|
|---|
| Kembali Dipercaya Kelola Program YPMAK, Pokja Kampung Hiripau Fokus Kembangkan Kelapa-Minyak Kelapa |
|
|---|
| Bentuk Pokja 2026 di Kampung Tipuka, YPMAK Ingatkan Pentingnya LPJ dan RAB Bersama |
|
|---|
| YPMAK Sosialisasi Program Kampung-Bentuk Pokja 2026 di Mapuru Jaya, Pengurus Lama kembali Dipercaya |
|
|---|
| YPMAK, BPJS Kesehatan, dan Yayasan Caritas Timika Perpanjang PKS JKN bagi Masyarakat 7 Suku Mimika |
|
|---|