Kamis, 21 Mei 2026

Info Papua Tengah

Pembagian Laptop Gratis di Papua Tengah, Anis Labene: Ini Perlu Ditingkatkan

​"Apa yang dilakukan Pemprov Papua Tengah sangatlah baik dan positif. Untuk itu bagi saya, program ini perlu ditingkatkan

Tayang:
zoom-inlihat foto Pembagian Laptop Gratis di Papua Tengah, Anis Labene: Ini Perlu Ditingkatkan
Tribunnews.com/Calvin Eluis Erari
Anggota DPR Papua Tengah, Anis Labene. 

Dalam sambutannya saat prosesi pembagian laptop di Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, kepada peserta festival budaya pelajar di Nabire, Meki pernah mengatakan, pembagian fasilitas Ini bukan sekadar hadiah, tapi sebagai aset masa depan anak-anak Papua Tengah.

"Gunakan laptop ini dengan baik. Dahulu, mendapatkan laptop sangat sulit. Saya harap adik-adik menghargai alat ini untuk belajar. Hari ini, pemerintah hadir untuk memastikan kalian memiliki fasilitas yang memadai," ujar Meki Nawipa, Rabu, (21/1/2026).

Baca juga: Perdayakan Ekonomi Masyarakat, YPMAK Kembangkan Kopi dan VCO di Mimika

Menurut dia, di era digital saat ini telepon genggam memang lebih mudah dimiliki, namun laptop memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar untuk menunjang pendidikan, keterampilan, dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja maupun teknologi masa depan.

"Hanya melalui pendidikan kita bisa memajukan orang Papua. Laptop ini adalah jendela masa depan kalian," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga mengumumkan program sekolah gratis yang sudah berjalan di tingkat SMA dan SMK.

Baca juga: Anggaran Dipangkas 15 Persen, YPMAK Fokus Program Prioritas dan Pengembangan Kopi di Highland

Menurut dia, program tersebut akan segera diperluas pada 2026 ini hingga pada tingkatan SMP maupun SD.

"Harapan kami, ke depannya seluruh jenjang pendidikan di Papua Tengah dapat diakses secara gratis oleh seluruh anak-anak Papua Tengah," pungkasnya.

Meki pun menegaskan para siswa dan orang tua tidak ragu melapor jika masih ditemukan pungutan di sekolah, dan apabila ada yang melakukannya, maka segera dilaporkan.

"Semua harus gratis, dan setiap anak Papua harus bisa lanjut sampai sarjana," pungkasnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved