Info Papua
WASPADA- Isu Hoaks Menjadi Arah Pecah-belah dan Sesat Berfikir Masyarakat
“Kami percaya, ketika masyarakat diberi akses informasi yang benar, serta diedukasi dengan pendekatan manusiawi dan partisipatif
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/tanggapi-hoax.jpg)
Ia menyebut ASN sebagai garda terdepan untuk menjadi teladan dalam menyaring dan menyebarkan informasi benar di tengah masyarakat.
Baca juga: BREAKING NEWS- Cipayung Plus Demo di DPR Papua, Dengarkan Suara Rakyat
*Langkah Strategis: Edukasi, Kolaborasi, dan Penguatan Regulasi*
Yermias menyampaikan bahwa Dinas Kominfo Kabupaten Nabire saat ini tengah melakukan sejumlah strategi untuk menanggulangi hoaks di tingkat lokal.
Beberapa program akan diluncurkan dalam waktu dekat meliputi, Kampanye Literasi Digital Masif di Sekolah, Gereja, dan Komunitas Lokal, Edukasi publik secara langsung dengan melibatkan tokoh adat, agama, dan pemuda.
Selanjutnya, Pelatihan ASN dan Perangkat Kampung sebagai Agen Informasi, ASN dan aparat kampung dibekali kemampuan deteksi hoaks dan cara menyampaikan informasi yang benar.
Baca juga: Dua Pekan Akses Nabire-Ilaga Terputus Akibat Longsor, Pemprov dan 4 Bupati Didesak Segera Bertindak
Selain itu, dilakukan juga Penguatan Kerja Sama dengan Media Lokal dan Influencer Digital.
Kominfo akan menggandeng media terpercaya dan tokoh masyarakat di media sosial untuk menyebarkan informasi faktual.
Sosialisasi Regulasi UU ITE dan Sanksi terhadap Penyebar Hoaks; Menjelaskan kepada masyarakat bahwa menyebarkan informasi palsu adalah pelanggaran hukum, dan ada sanksi pidana mengikat.
“Kami percaya, ketika masyarakat diberi akses informasi yang benar, serta diedukasi dengan pendekatan manusiawi dan partisipatif, maka hoaks tidak akan punya tempat di Nabire,” pungkas Yermias.
*Seruan untuk Bersatu dalam Kebenaran*
Menutup pernyataannya, Yermias Degei mengajak seluruh lapisan masyarakat Nabire untuk bersatu menjaga kedamaian dan stabilitas daerah dari ancaman hoaks.
Baca juga: PRAKIRAAN CUACA Kabupaten Mimika Hari Ini: 15 Distrik Berawan, 3 Wilayah Hujan Ringan!
“Masyarakat Nabire adalah masyarakat yang cerdas dan damai. Mari kita jaga itu. Jangan mudah percaya, jangan mudah terprovokasi. Jadilah agen penyebar kebenaran, bukan penyebar ketakutan,” serunya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang digital yang sehat dan produktif.
Pemerintah, masyarakat sipil, media, dan sektor pendidikan harus bersinergi untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif disinformasi. (*)
| Tak Ada Larangan Gubernur Maju Ketua PSSI Papua, Begini Kata Relawan |
|
|---|
| Tetapkan Papua Status Darurat Kemanusiaan, KNPB Desak Akses Internasional dan Stop Operasi Militer |
|
|---|
| Rancangan Perda Wilayah Pertambangan Rakyat Papua Tengah, Ali Kabiay: Kami Tolak Pasal 26 Huruf F |
|
|---|
| Pelabuhan Samabusa dan Bandara Nabire Bakal Dikembangkan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Batik Air Jadi Semangat Kebangkitan Ekonomi Papua Tengah |
|
|---|