Kamis, 21 Mei 2026

Penyerangan Pos PT Kristalin Eka Lestari

Kapendam XVII/Cenderawasih: Pos PT Kristalin Eka Lestari Nabire Bukan Milik TNI

“Jenazah Serda Hardiman telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Kapendam XVII/Cenderawasih: Pos PT Kristalin Eka Lestari Nabire Bukan Milik TNI
TribunPapuaTengah.com/calvin
PEMBAKARAN - Suasana pos jaga milik PT Kristalin Eka Lestari, di Bendungan Kali Musairo, Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, saat dibakar habis oleh, TPNPB-OMP pada Sabtu, (21/2/2026), Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, semua para pekerja di perusahaan ini telah dievakuasi ke lokasi yang aman. Foto TrubunPapuaTengah.com/Calvin Erari 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto menyampaikan klarifikasi terkait insiden penyerangan dan pembakaran pos terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) lalu.

Kapendam menegaskan bahwa, lokasi yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL).

Baca juga: Kejari Mimika Terima Fasilitas Mobil dan Rumah, Hibah Dari Pemkab Mimika

Pos tersebut sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai pos palang, karena posisinya terletak di luar wilayah PT KEL.

“Perlu kami luruskan bahwa dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menyatakan dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban, salah satunya anggota TNI yaitu Serda Hardiman merupakan anggota Deninteldam XVII/Cen melaksanakan tugas Monitoring Wilayah di Nabire.

Korban lain adalah seorang warga sipil Aksay Sandika Moho merupakan karyawan PT KEL.

Keduanya disebut menjadi korban dalam aksi dilakukan oleh kelompok OPM.

"Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan," imbuhnya.

Kapendam juga menyampaikan bahwa jenazah salah satu korban telah dikenali oleh pihak keluarganya karena memiliki tanda khusus di bagian mulut.

Baca juga: Pemkab Jayawijaya Perketat Pintu Masuk dan Wajibkan Setiap Pendatang Punya Miliki KTP Asli

Khusus untuk jenasah Serda Hardiman, pada tanggal 23 Februari 2026 telah diberangkatkan untuk proses pemakaman dilaksanakan di Maros, Sulawesi Selatan.

“Jenazah Serda Hardiman telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” jelasnya.

Terkait informasi adanya senjata yang dirampas dalam kejadian tersebut, Kapendam menyatakan bahwa pihak Kodam XVII/Cen masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Hal ini mengingat kondisi lokasi kejadian telah habis terbakar sehingga memerlukan pendalaman lebih detail.

Baca juga: Bupati Puncak, Elvis Tabuni Serahkan SK 314 PNS Formasi Tahun 2021

“Saat ini masih dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.

Saat ini, Aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved