Rabu, 15 April 2026

Info Biak Numfor

Pemkab Biak Bangun 28 Unit Sanitasi Layak di Distrik Samofa, Putus Mata Rantai Stunting

Dinas PUPR Kabupaten Biak Numfor mengalokasikan program strategis ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur sanitasi.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pemkab Biak Bangun 28 Unit Sanitasi Layak di Distrik Samofa, Putus Mata Rantai Stunting
Tribunnews.com
BANTUAN JAMBAN - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, didampingi Staf Ahli 3 Arner Rumakito, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Biak Numfor saat meresmikan bantuan Jamban, Jumat (13/2/2026). Foto : Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memperkuat infrastruktur kesehatan melalui penyediaan sarana sanitasi layak bagi masyarakat di Distrik Samofa
  • Plt Sekda Zacharias L Mailoa meresmikan 28 unit tangki septik individual senilai Rp690,8 juta yang dikelola secara swadaya. 
  • Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memutus rantai penyakit berbasis lingkungan sekaligus menekan angka stunting.
 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menempatkan pembangunan sektor kesehatan sebagai pilar prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan sarana sanitasi yang layak bagi warga di GKI Getsemani, Kampung Mandouw, Distrik Samofa. Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Plt Sekda Biak Numfor, Zacharias L Mailoa, mengatakan pembangunan sanitasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Zacharias menegaskan bahwa ketersediaan sarana sanitasi merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan keluarga.

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca juga: Satgas MBG Biak Numfor Dorong Peran Media Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Langkah tersebut sangat krusial untuk mencegah penularan berbagai penyakit berbasis lingkungan yang sering menyerang warga.

"Kehadiran bantuan jamban ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya nyata kita bersama untuk memutus rantai penularan penyakit dan menurunkan angka stunting," ujar Zacharias disela-sela penyerahan langsung bantuan jamban keluarga kepada para penerima manfaat, Jumat (13/2/2026).

Zacharias menjelaskan Dinas PUPR Kabupaten Biak Numfor mengalokasikan program strategis ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur sanitasi.

Uniknya, pelaksanaan pembangunan di lapangan tidak menggunakan jasa kontraktor besar melainkan melalui skema swadaya masyarakat.

Baca juga: 5 Nama Anggota DPRK Yahukimo Dicoret, Pemprov Papua Pegunungan Amputasi Hak Politik OAP

Pemerintah menggandeng Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) WIB FA MAMFAR untuk memastikan keterlibatan aktif warga lokal dalam pembangunan.

Sinergi antara birokrasi dan lembaga swadaya terbukti mampu menghasilkan karya yang menyentuh langsung kebutuhan dasar penduduk.

Zacharias mengapresiasi keterlibatan warga yang mau bahu-membahu membangun fasilitas kesehatan di lingkungan mereka sendiri.

Ia berpesan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjaga dan merawat jamban tersebut dengan penuh tanggung jawab.

"Fasilitas ini harus tetap berfungsi dalam jangka panjang agar investasi pemerintah tidak menjadi sia-sia karena kurangnya pemeliharaan," harap Zacharias.

Ketua KSM WIB FA MAMFAR, Jhony L Randongkir, merincikan bahwa total pembangunan mencakup 28 unit tangki septik individual.

Baca juga: Bupati Mimika Minta Maaf ke Keluarga Pemilik Tanah Tembus Bandara Mozes Kilangin 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved