Rabu, 20 Mei 2026

Info Papua Tengah

Buka Puasa Kasdam Bersama Elemen Masyarakat di Makorem 173, Hal Penting Ini Jadi Pembahasan Utama

Thevi menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan keamanan di Tanah Papua tidak dapat dipikul secara tunggal oleh institusi TNI maupun Polri semata.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Buka Puasa Kasdam Bersama Elemen Masyarakat di Makorem 173, Hal Penting Ini Jadi Pembahasan Utama
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
BUKBER KASDAM - Tampak para tamu undangan yang tergabung dari Forkopimda serta para tokoh agama maupun masyarakat dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Pangdam XVII Cenderawasih di Lapangan Tenis Korem, Malompo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa, (24/2/2026). Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua mengatakan, tujuan kegiatan ini agar mereka bertukar pendapat serta berkolaborasi dalam menjaga Kamtibmas di Nabire. Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Ringkasan Berita:
  • Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua, bertemu dengan elemen lintas sektoral di Nabire guna mengevaluasi sistem keamanan wilayah. 
  • Langkah ini merupakan respons cepat setelah aksi pembakaran dan penembakan oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya di Distrik Makimi yang menewaskan dua warga sipil. 
  • Pertemuan ini menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif antara aparat dan tokoh adat dalam meredam gejolak serta memulihkan stabilitas Kamtibmas di Papua Tengah.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire kini menjadi pertaruhan serius menyusul serangkaian gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengguncang ketenangan warga dalam sepekan terakhir.

Menanggapi situasi yang memanas, Korem 173/PVB memfasilitasi pertemuan intensif antara Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua, dengan seluruh pimpinan lintas sektoral lewat buka puasa bersama.

Bertempat di Lapangan Tenis Makorem 173/PVB Nabire, Papua Tengah, Selasa (24/2/2026), diskusi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga forum evaluasi mendalam atas rapuhnya pertahanan di beberapa titik vital.

Aparat keamanan kini mulai mendesain ulang strategi pengamanan wilayah untuk menutup celah gerak kelompok separatis di pusat ibu kota provinsi tersebut.

Baca juga: Kasdam Cenderawasih Pimpin Investigasi Teror KKB Aibon Kogoya di Area PT Kristalin Nabire

Insiden berdarah di pos jaga PT Kristalin Ekalestari, Distrik Makimi, menjadi sorotan utama dalam agenda pembahasan tatap muka ini.

Aksi brutal KKB pimpinan Aibon Kogoya pada akhir pekan lalu telah merenggut dua nyawa pekerja yang terjebak di tengah api.

TNI mengakui bahwa kejadian luar biasa tersebut memerlukan tindakan korektif terhadap pola pengamanan yang selama ini diterapkan di lapangan.

Investigasi internal tengah dijalankan untuk mengukur sejauh mana kesiapan personel dalam menghadapi serangan dadakan di daerah terpencil.

"Kami akan selalu mengevaluasi, mengoreksi, dan mengkaji ulang terkait sistem keamanan di wilayah Papua Tengah," ujar Thevi.

Baca juga: Antisipasi Konflik Meluas, Warga Sultra di Dogiyai Diminta Tak Main Hakim Sendiri

Dalam momen itu Thevi menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan keamanan di Tanah Papua tidak dapat dipikul secara tunggal oleh institusi TNI maupun Polri semata.

Ia pun menyampaikan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki peran intelijen lingkungan untuk mendeteksi dini setiap potensi ancaman.

Kehadiran tokoh agama, tokoh adat, dan pimpinan daerah dalam satu forum menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan membiarkan kelompok teror mengendalikan situasi.

"Semoga dengan sinergitas yang dibangun bisa melahirkan pola pengamanan berbasis komunitas yang lebih efektif dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan," tutur Thevi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved