Info Papua Tengah
Buka Puasa Kasdam Bersama Elemen Masyarakat di Makorem 173, Hal Penting Ini Jadi Pembahasan Utama
Thevi menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan keamanan di Tanah Papua tidak dapat dipikul secara tunggal oleh institusi TNI maupun Polri semata.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/26-Februari-2026-Buka-Puasa-Kasdammmmmm.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua, bertemu dengan elemen lintas sektoral di Nabire guna mengevaluasi sistem keamanan wilayah.
- Langkah ini merupakan respons cepat setelah aksi pembakaran dan penembakan oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya di Distrik Makimi yang menewaskan dua warga sipil.
- Pertemuan ini menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif antara aparat dan tokoh adat dalam meredam gejolak serta memulihkan stabilitas Kamtibmas di Papua Tengah.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire kini menjadi pertaruhan serius menyusul serangkaian gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengguncang ketenangan warga dalam sepekan terakhir.
Menanggapi situasi yang memanas, Korem 173/PVB memfasilitasi pertemuan intensif antara Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A Zebua, dengan seluruh pimpinan lintas sektoral lewat buka puasa bersama.
Bertempat di Lapangan Tenis Makorem 173/PVB Nabire, Papua Tengah, Selasa (24/2/2026), diskusi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga forum evaluasi mendalam atas rapuhnya pertahanan di beberapa titik vital.
Aparat keamanan kini mulai mendesain ulang strategi pengamanan wilayah untuk menutup celah gerak kelompok separatis di pusat ibu kota provinsi tersebut.
Baca juga: Kasdam Cenderawasih Pimpin Investigasi Teror KKB Aibon Kogoya di Area PT Kristalin Nabire
Insiden berdarah di pos jaga PT Kristalin Ekalestari, Distrik Makimi, menjadi sorotan utama dalam agenda pembahasan tatap muka ini.
Aksi brutal KKB pimpinan Aibon Kogoya pada akhir pekan lalu telah merenggut dua nyawa pekerja yang terjebak di tengah api.
TNI mengakui bahwa kejadian luar biasa tersebut memerlukan tindakan korektif terhadap pola pengamanan yang selama ini diterapkan di lapangan.
Investigasi internal tengah dijalankan untuk mengukur sejauh mana kesiapan personel dalam menghadapi serangan dadakan di daerah terpencil.
"Kami akan selalu mengevaluasi, mengoreksi, dan mengkaji ulang terkait sistem keamanan di wilayah Papua Tengah," ujar Thevi.
Baca juga: Antisipasi Konflik Meluas, Warga Sultra di Dogiyai Diminta Tak Main Hakim Sendiri
Dalam momen itu Thevi menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan keamanan di Tanah Papua tidak dapat dipikul secara tunggal oleh institusi TNI maupun Polri semata.
Ia pun menyampaikan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki peran intelijen lingkungan untuk mendeteksi dini setiap potensi ancaman.
Kehadiran tokoh agama, tokoh adat, dan pimpinan daerah dalam satu forum menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan membiarkan kelompok teror mengendalikan situasi.
"Semoga dengan sinergitas yang dibangun bisa melahirkan pola pengamanan berbasis komunitas yang lebih efektif dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan," tutur Thevi.
TribunPapuaTengah.com
Buka Puasa Bersama
Kasdam XVII/Cenderawasih
Thevi A Zebua
Korem 173 Praja Vira Braja
| Korem 173/PVB Temukan Senjata Api di Markas WNA China di Kawasan Wadio Nabire |
|
|---|
| Konflik Dogiyai Papua Tengah, 4 Polisi Diberhentikan Tidak Dengan Hormat |
|
|---|
| Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya |
|
|---|
| Kapolda Cup II Mini Soccer Antar SMA/SMK Bergulir, Pemda Diharapkan Adakan Pertandingan Seperti Ini |
|
|---|
| Kapolda Papua Tengah Besuk Korban Penembakan Operasi Militer Tembagapura |
|
|---|