Konflik Pecah di Nabire
Keluarga Korban Kericuhan Pasar Karang Nabire Geram, Minta Kapolri Turun Tangan
"Saat kejadian E ini tidak mabuk, karena saat itu dia sedang cek motor yang dijual temannya di Pasar Karang," kata Yulius, kepada media
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/keluarga-korban-nabire.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Kericuhan terjadi di Pasar Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis 26 Juni, 2025, Pukul 10.00 WIT menuai protes dari keluarga korban yang meninggal dunia dan masyarakat.
Kericuhan tersebut mengakibatkan satu korban jiwa berinisial E.Belum diketahui jelas, penyebab daripada meninggal E.
Baca juga: Dewan Adat Mee Kutuk Tindakan Oknum Polisi Diduga Tembak Warga di Nabire
Namun kematian E mendapatkan sorotan publik. Pihak keluarga dari E tidak puas dengan kematian korban.
Keluarga Korban, Yulius Edowai mengatakan bahwa, apa yang menimpah keluarganya sangat disayangkan.
Semua informasi yang telah beredar di media massa terkait penyebab meninggalnya E, karena miras, dan terjatuh, itu juga tidak benar.
"Saat kejadian E ini tidak mabuk, karena saat itu dia sedang cek motor yang dijual temannya di Pasar Karang," kata Yulius, kepada awak media, Jumat (27/6/2025).
Baca juga: Ikut Retret di IPDN Jatinangor, Bupati dan Wabup Mimika Terima Pin Alumni Kehormatan dan Sertifikat
Menurut Yulianus, yang konsumsi miras itu adalah teman berinisial P yang membeli miras jenis cap tikus dua botol untuk konsumsi sendiri.
"Jadi sekali lagi E tidak miras," tegasnya.
Yulius menyatakan, saat kericuhan terjadi korban diamankan secara oleh pihak keamanan.
Baca juga: Dinkes Mimika Lakukan Inovasi Layanan Laboratorium dan Farmasi Mobile Untuk Masyarakat
Sementara P yang konsumsi miras itu langsung kabur.
“Kami tidak tau lagi apa yang terjadi dengan E, etah dia dipukul atau apa tidak tahu. Sampai dapat kabar E sudah meninggal," ujarnya.
Ia menegaskan, pihak keluarga akan melakukan proses hukum atas meninggalnya E.
"Semua saksi hingga perwakilan untuk bicara kami sudah siapkan," katanya.
Baca juga: Masuk Tiga Besar Calon Sekda Papua Selatan, Ini Bukti Kualitas dan Sepak Terjang Michael Gomar
Yulius meminta Kapolri melihat masalah tersebut.
"Pelaku yang tugas menangani masalah pasar Karang harus di tangkap," katanya.
Ia menambahkan, keluarga korban akan mengajukan masalah tersebut ke semua pihak agar kematian E dapat diselesaikan,” pungkasnya. (*)
| DPR Papua Tengah Soroti Pola Penangan Polisi Saat Kisruh Pasar Karang Nabire Tewaskan 1 Warga |
|
|---|
| Koalisi HAM Desak Kapolres Nabire Proses Hukum Pelaku Pembunuhan di Pasar Karang |
|
|---|
| Dewan Adat Mee Kutuk Tindakan Oknum Polisi Diduga Tembak Warga di Nabire |
|
|---|
| Korban Meninggal Saat Kericuhan di Nabire Diduga Dianiaya Oknum Polisi |
|
|---|
| Konflik Pecah di Nabire, Seorang Pemuda Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi! |
|
|---|