Senin, 18 Mei 2026

Info Mimika

Dua Bulan Terakhir Harga Beras di Mimika Masih Naik 

"Ada yang murah, beras dari Sulawesi Rp16 ribu per kilo. Saat ini saya jual harga beras tertinggi itu Rp19 ribu, tetapi nanti bisa jadi Rp 20 ribu.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dua Bulan Terakhir Harga Beras di Mimika Masih Naik 
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
HARGA BERAS- Suasana Lapak pedagang beras di Pasar Sentral, Jalan Hasanudin, Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (5/7/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Harga beras di Pasar Sentral Kabupaten Mimika masih naik usai Lebaran Idul Adha. 

Salah seorang pedagang beras, Herni mengaku harga beras memang semakin naik sejak dua bulan terakhir.

Baca juga: Kisah 2 Pemuda Katolik Dekenat Moni Puncak Jaya Susuri Hutan dan Sungai Berhari-hari Ikut PYD Nabire

"Harga beras beras pandan 1 kg, sebelumnya Rp 17 naik Rp 19 ribu, kalo mawar merah 1 kg Rp 18 ribu, sedangkan beras sphp kosong karena distributor dari bulog memang belum ada, sebelum lebaran kira-kira dua bulan," Kata Herni, saat ditemui di pasar Sentral, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada, Sabtu (5/7/2025). 

Herni menjelaskan, saat ini beras yang dijual berasal dari Makassar namun stoknya juga terbatas sehingga agen dari Mimika harus pergi agar dapat memperoleh stok beras. 

"Agen itu langsung ke sana, kalau tidak kita di sini tidak dapat stok beras," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, beras panda 50 kg  Rp 850 ribu dan 18 ribu per kilo. Beras pandan 50 kg  Rp 870 ribu dan per kilo Rp19 ribu, beras mawar merah 50 kg per karung Rp 860 ribu dan per kio Rp17 ribu, beras merauke 10 kg 170 ribu, beras panda 15 kg Rp 270 ribu. 

Baca juga: TPNPB-OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Serda Ammar Jihad Dzil Ikram di Nduga

"Ada yang murah, beras dari Sulawesi Rp16 ribu per kilo. Saat ini saya jual harga beras tertinggi itu Rp19 ribu, tetapi nanti bisa jadi Rp 20 ribu. Kalau di kios-kios, harganya sudah Rp 20 ribu," timpalnya. 

Ia berharap, agar beras bulih jenis sphp segera keluar karena sangat membantu dengan harganya yang terjangkau. Hernia mengaku beras tersebut masih dicari-cari pelanggannya. 

Baca juga: 99 Kampung di Kabupaten Mimika Layak Dimekarkan

"Pembeli pusing, kita penjual juga pusing. Sebenarnya kita mau-mau saja kasih turun harga, tapi kan modalnya saja sudah berapa? Tidak mungkin kita jual di bawah harga modal kan?," keluhnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved