YPMAK
20 Kios Kelontong Modern Binaan YPMAK di Mimika Siap Bertransformasi Jadi UMKM Digital
YPMAK menyelenggarakan pembekalan khusus bertajuk Financial Literacy Program (FLP) bagi puluhan pelaku UMKM di Gedung MPCC, Senin (2/3/2026).
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/3-Maret-2026-Kios-Digital.jpg)
Ringkasan Berita:
- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) mempercepat operasional 20 kios kelontong modern di Kabupaten Mimika melalui Financial Literacy Program.
- Program ini membekali pelaku UMKM lokal dengan sistem pembayaran digital dan manajemen stok terstruktur.
- Pendampingan intensif selama satu tahun diberikan guna memastikan kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat dana kemitraan PTFI.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA - Ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini mulai bergeser ke arah pengelolaan profesional melalui sentuhan teknologi digital.
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) menginisiasi perubahan ini dengan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro lewat program literasi keuangan.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengubah pola pikir pedagang tradisional menjadi pengelola ritel modern yang tangguh.
Divisi Ekonomi YPMAK menyelenggarakan pembekalan khusus bertajuk Financial Literacy Program (FLP) bagi puluhan pelaku UMKM di Gedung MPCC, Senin (2/3/2026).
Peserta pelatihan merupakan warga lokal yang tergabung dalam program pembinaan UMKM Batch II.
Mereka dipersiapkan untuk mengelola aset bisnis secara mandiri dengan standar operasional yang baku.
Para pedagang kini diwajibkan mengenal sistem pencatatan penjualan dan pembelian berbasis aplikasi digital.
Baca juga: Dispora Mimika Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Liga 4 Papua Tengah
Digitalisasi ini mencakup penggunaan alat pemindai (scan) untuk transaksi pembayaran guna meminimalisir kesalahan manual.
Penataan arus kas yang tertib menjadi indikator keberhasilan utama dalam pelatihan teknis ini.
Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para orang tua penerima manfaat.
Yayasan menggandeng akademisi dari STIE Jambatan Bulan dan sektor perbankan untuk mengawal transisi sistem ini.
Kolaborasi lintas sektor tersebut bertujuan agar setiap rupiah dana kemitraan dapat berkembang menjadi modal usaha yang produktif.
"Kami menggandeng mitra strategis agar mereka benar-benar didampingi dalam mengoperasikan sistem toko modern," ujar Oktovianus.
Oktovianus menyebut sebanyak 12 unit kios telah terlebih dahulu beroperasi dan menunjukkan tren pertumbuhan positif di lapangan.
YPMAK berencana melengkapi kuota hingga 20 unit kios yang tersebar di berbagai titik strategis Mimika.
Penyerahan kunci untuk delapan unit sisa akan dilakukan segera setelah fase pelatihan intensif ini berakhir.
Seluruh unit usaha kelontong ini ditargetkan sudah melayani masyarakat secara penuh pada pekan depan.
Tenaga pendamping dari mahasiswa tingkat akhir akan ditempatkan di setiap kios selama empat bulan pertama.
"Kehadiran pendamping lapangan ini berfungsi sebagai tutor teknis bagi pedagang yang mengalami kendala operasional," beber Oktovianus.
Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), masa pengawasan dan evaluasi program ini berlangsung selama satu tahun kalender.
Namun, YPMAK berkomitmen menambah durasi pendampingan jika kondisi di lapangan masih memerlukan intervensi teknis.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah kegagalan bisnis di tengah jalan akibat kurangnya pemahaman manajerial.
"Kami tidak akan membiarkan pelaku UMKM berjalan sendiri sebelum mereka benar-benar mandiri secara sistem dan finansial," tegas Oktovianus.
Melalui sinergi antara dana kemitraan PT Freeport Indonesia dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan menjadi pilar baru ekonomi Mimika.
Keberhasilan 20 kios ini akan menjadi percontohan bagi pengembangan UMKM berbasis komunitas di wilayah Papua Tengah lainnya pada masa mendatang. (*)
TribunPapuaTengah.com
YPMAK
Oktovianus Jangkup
PT Freeport Indonesia (PTFI)
literasi keuangan
kios digital
UMKM
| Warga Potowaiburu Manfaatkan Bantuan Jaring Untuk Menambah Penghasilan |
|
|---|
| YPMAK Tinjau Program Kampung Sehat di Aikawapuka, Ini Hasilnya |
|
|---|
| Dinilai Sejalan Visi Pembangunan Daerah, Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Dukung Program YPMAK |
|
|---|
| Kepala Kampung Boiya Apresiasi Program Kampung YPMAK, Harap Perhatian Pendidikan dan Kesehatan |
|
|---|
| Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.