Kamis, 14 Mei 2026

Demo 7 April 2026

Agenda Kontradiktif, Pemuda dan Masyarakat Mimika Diingatkan Tidak Terprovokasi Aksi 7 April

Menurut Hilarius keberadaan industri pertambangan di Mimika sebagai salah satu pilar penunjang pembangunan bagi masyarakat adat lokal.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Agenda Kontradiktif, Pemuda dan Masyarakat Mimika Diingatkan Tidak Terprovokasi Aksi 7 April
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PESAN DAMAI - Tokoh masyarakat Suku Kamoro, Hilarius Samin. Foto Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • Tokoh masyarakat Suku Kamoro, Hilarius Samin, mengimbau warga Mimika untuk tidak terlibat dalam rencana aksi  Selasa (7/4/2026).
  • Ia menilai aksi tersebut berpotensi memicu gangguan keamanan dan merugikan stabilitas daerah. 

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA -  Tokoh sentral Suku Kamoro  Hilarius Samin, mengingatkan warga dan pemuda asli Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tidak terlibat rencana aksi demonstrasi yang dilakukan serentak hari ini, Selasa (7/4/2026).

Seruan ini muncul sebagai respons atas masifnya sebaran provokasi unjuk rasa yang beredar melalui platform media sosial dan grup percakapan daring dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebaran itu sekelompok mahasiswa menuntut penutupan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI).

Aksi massa tersebut sontak menuai penolakan keras dari internal masyarakat adat.

Hilarius menilai rencana mobilisasi massa tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru berisiko menciptakan instabilitas keamanan di wilayah Timika.

Baca juga: Sikapi Isu Demo 7 April 2026, Srikandi PDIP Ini Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Kabupaten Nabire

Ia mengkhawatirkan adanya gesekan di lapangan yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta ketenangan masyarakat umum. 

"Aksi yang tidak terkelola dengan baik hanya akan membawa dampak negatif bagi citra daerah dan keselamatan warga sipil itu sendiri," tegas Hilarius dalam pesan tertulisnya, Senin malam.

Menurut Hilarius keberadaan industri pertambangan di Mimika sebagai salah satu pilar penunjang pembangunan bagi masyarakat adat lokal.

Ia menyebutkan bahwa Suku Kamoro dan Suku Amungme telah merasakan manfaat langsung dari program kemitraan perusahaan, terutama pada sektor layanan dasar.

Baca juga: Rencana Demo Mahasiswa di Gedung DPRP Besok, Tokoh Gereja Papua Imbau Mahasiswa Hindari Aksi Ilegal

Kontribusi nyata juga dirasakan dalam bidang pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sehingga menjadi alasan kuat untuk tetap menjaga iklim investasi yang kondusif.

“Banyak hal yang telah diberikan oleh Freeport kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Hal ini sangat membantu dalam pembangunan daerah,”sebutnya.

Sebagai langkah proaktif, Hilarius telah menginstruksikan para penggerak pemuda Kamoro untuk mengedukasi warga di akar rumput.

Arahan tersebut bertujuan agar generasi muda tidak mudah tergiur oleh ajakan kelompok tertentu yang mengusung agenda kontraproduktif.

Baca juga: Siap Aksi Demo Damai: FIM-WP Minta Segera Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua

Fokus utama tokoh adat saat ini adalah memastikan situasi Kamtibmas di Mimika tetap terkendali menjelang dan sesudah tanggal pelaksanaan aksi yang direncanakan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved