Selasa, 2 Juni 2026

PTFI

PTFI, PSSI dan KNVB Perkuat Pembinaan Sepakbola Papua Lewat Coaching Clinic di Timika

Closing ceremony berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (30/5/2026).

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto PTFI, PSSI dan KNVB Perkuat Pembinaan Sepakbola Papua Lewat Coaching Clinic di Timika
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
FREEPORT INDONESIA - Penutupan Coaching Clinic SepakBola hasil kerja sama PTFI, PSSI dan KNVB di Mimika Sport Complex (MSC), Timika, Sabtu (30/5/2026). Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menilai pemain muda Papua mampu beradaptasi dengan metode latihan modern dan tidak tertinggal dalam pemahaman sepak bola. Foto: Tribun-PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para pelatih, pemain PFA, tim PSSI, instruktur KNVB hingga panitia pelaksana yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Instruktur KNVB Piet de Jong memberikan motivasi kepada para pemain muda Papua untuk terus bekerja keras mengejar impian.

Piet mengaku potensi besar dari para pemain Papua dan optimistis sebagian dari mereka mampu mencapai level lebih tinggi di masa mendatang.

"Saya percaya beberapa dari kalian akan sukses menggapai mimpi. Jangan pernah menyerah dan teruslah belajar setiap hari," katanya.

Baca juga: Banding Persipura Ditolak PSSI Pasca-kerusuhan Suporter di Stadion Lukas Enembe

Ia menilai para pemain berada di lingkungan yang tepat untuk mengembangkan kemampuan sepak bola mereka.

"Dengan dukungan pelatih dan sistem pembinaan yang baik, saya meyakini sepakbola Papua dapat menjadi yang terbaik di Indonesia," katanya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, mengaku terkesan dengan perkembangan para peserta selama tiga hari pelaksanaan coaching clinic.

Menurutnya, kurikulum yang dibawa KNVB sangat tepat sasaran karena mengutamakan pengembangan dasar permainan dan partisipasi pemain sebelum masuk ke level yang lebih tinggi.

Ratu Tisha juga menilai metode pelatihan yang diberikan lebih praktis sehingga mudah dipahami para pelatih maupun pemain saat diterapkan di lapangan.

Baca juga: Ini Mimpi Besar Fans Papua Tengah untuk Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Selain itu, ia memuji kemampuan pemain Papua Football Academy yang mampu mengikuti latihan dengan intensitas tinggi meski diguyur hujan.

"Saya sangat bangga melihat anak-anak PFA bisa berlatih dengan intensitas tinggi dan cepat beradaptasi dengan metode latihan baru dari luar negeri," ujarnya.

Menurut Ratu Tisha, hal tersebut menunjukkan bahwa pemain muda Papua tidak tertinggal dalam pemahaman sepakbola modern.

"Ini menunjukkan bahwa anak-anak Papua tidak ketinggalan dalam hal pemahaman sepakbola.

Sudah mulai tercipta kecerdasan dan pemahaman sepak bola yang baik sehingga mereka mampu mengikuti tahap latihan berikutnya dengan intensitas yang lebih tinggi," katanya.

Program coaching clinic PTFI, PSSI dan KNVB ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembinaan sepakbola usia muda di Papua melalui transfer pengetahuan dan pengalaman dari para instruktur internasional. (*)
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved