Artikel
Perubahan Iklim Global: Ancaman Nyata Bagi Pasifik dan Pesisir Papua
Masyarakat di pesisir Papua dan kelompok organisasi sipil (NGO) adalah petarung terdepan dalam menghadapi dampak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/2-Juni-2025-aetikel-footoo.jpg)
Namun, menurut penilaian Climate Action Tracker (CAT), target Enhanced NDC Indonesia masih dikategorikan sebagai critically insufficient untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5°C (www.iesr.or.id).
Potret Ketahanan dan Kerentanan di Papua
Kemudian marilah kita melihat ke timur di Tanah Papua, wilayah paling timur Indonesia lalu berpikir bahwa Papua masih jauh dari bencana ini, maka kita keliru.
Masyarakat pesisir di Papua kini menghadapi realitas yang sama beratnya.
Erosi pantai dan intrusi air laut di Merauke contohnya, pemutihan terumbu karang (coral bleaching) di Raja Ampat misalnya, serta perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi, serta banyak fenomena lainnya adalah manifestasi lokal dari krisis global ini.
Baca juga: Lanny Jaya Mencekam! 11 Ruko Ludes Dilalap Api, Ini Penjelasan Kapolres
Demikian pula kekayaan budaya di Papua turut menghadapi ancaman perubahan iklim ini.
Kita tahu kalau Papua adalah rumah bagi lebih dari 200 lebih suku yang diantaranya hidup di pesisir secara turun-temurun berdampingan dengan laut.
Mereka memiliki kearifan lokal yang luar biasa, seperti “praktik sasi” untuk menjaga sumber daya laut tetap lestari. Namun, perubahan iklim menggerus dasar-dasar ekologis dan budaya ini dan menciptakan ancaman terhadap ketahanan pangan, kesehatan, bahkan identitas kultural masyarakat adat.
Baca juga: Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji Biak Numfor Wafat di Mekkah
Solusi ke Depan: Adaptasi Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal
Melihat kenyataan ini, solusi adaptasi tidak bisa hanya bersifat teknokratis.
Pendekatan berbasis ekosistem, seperti upaya rehabilitasi mangrove di Teluk Bintuni, serta konservasi ekosistem terumbu karang di Raja Ampat, terbukti efektif memperkuat pertahanan alami.
Demikian pula, integrasi antara sains modern dan pengetahuan tradisional menjadi kunci inovasi adaptasi lokal sebagaimana ditunjukkan dalam kolaborasi masyarakat di pesisir dan perguruan tinggi seperti Universitas Papua dan Universitas Cendrawasih melalui riset dan kerjasama pengabdian pada masyarakat.
Baca juga: Mengukir Pilar Bangsa: Berikut Sejarah Hari Lahirnya Pancasila
Semua upaya ini membutuhkan kerjasama dan dukungan nyata dari pemerintah pusat dan daerah.
Rencana pembangunan di wilayah pesisir Papua harus mengarusutamakan adaptasi perubahan iklim ke dalam setiap kebijakan tata ruang dan program pembangunan daerah di Papua.
Tanpa langkah serius, risiko kehilangan ekosistem, budaya, dan masa depan masyarakat pesisir akan semakin besar.
TribunPapuaTengah.com
artikel
Perubahan iklim global
kawasan Pasifik
emisi gas rumah kaca
Indonesia
Papua
Siklon Winston
Tanah Papua
FOLU Net Sink 2030
erosi pantai
| FAKTA 12 Januari: Dari Guncangan Gempa Haiti Hingga Lahirnya Pesawat Raksasa Boeing 747 |
|
|---|
| Berikut Kumpulan Ucapan Selamat Natal 2025: Pesan Damai dan Harapan untuk Orang Tercinta |
|
|---|
| Berikut Fakta Menarik dan Sejarah Tentang 1 November |
|
|---|
| Mengulik Sejarah dan Makna 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional |
|
|---|
| 15 Juli Peringati Hari Keterampilan Pemuda Sedunia: Dorong Penguasaan Keahlian Muda |
|
|---|